150 RUMAH BELUM BERFASILITAS AIR JERNIH PEMDES MUKTISARI AJUKAN SOLUSI LEWAT GKSTTB 2026

  • Pemerintah Desa bersama Tim Penggerak PKK Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu, berpartisipasi aktif dalam Seminar Penguatan Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kedungreja. Dalam agenda ini, Bapak Rudi Saefi Sekretaris Desa Muktisari, secara resmi mengajukan usulan Pilot Project program GKSTTB dengan fokus utama pada indikator "Menuju PHBS".


    Langkah strategis ini diambil berdasarkan pemetaan data kondisi kesehatan lingkungan dan masyarakat Desa Muktisari pada Semester I Tahun 2026:


    * Masih ditemukannya 6 kasus penderita TBC

    * Terdapat 150 rumah yang belum memiliki fasilitas instalasi atau penampung air jernih.

    * Tingginya angka perokok aktif, di mana sebanyak 1.500 rumah tangga tercatat memiliki anggota keluarga yang merokok.

    * Masih ada 60 rumah yang belum memiliki fasilitas jamban sehat.


    Guna mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Desa Muktisari telah menyusun Rencana Program dan Indikator Keberhasilan yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2027 hingga 2030, meliputi:


    * Skrining dan Sosialisasi Pencegahan TBC: Untuk meningkatkan kesadaran warga dan mendeteksi kasus terduga secara dini.

    * Penambahan Jaringan PAMSIMAS: Untuk menjamin terpenuhinya akses air bersih bagi seluruh warga desa.

    * Sosialisasi Bahaya Merokok: Untuk menekan jumlah perokok aktif di tingkat rumah tangga.

    * Program Jambanisasi: Untuk memastikan setiap rumah tangga memiliki fasilitas sanitasi dan jamban yang sehat.


    Melalui komitmen dan rencana kerja terstruktur ini, Pemdes dan TP PKK Desa Muktisari menargetkan bahwa pada Tahun 2030 mendatang, Desa Muktisari dapat mewujudkan lingkungan yang zero kasus TBC, seluruh rumah tangga terfasilitasi akses air bersih dan jamban sehat, serta terciptanya penurunan jumlah perokok aktif secara signifikan.





  • Berikan Komentar

    Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin