Lentongrejo - Semangat demokrasi di tingkat dusun kembali dihidupkan. Kepala Dusun (Kadus) Lentongrejo, Desa Muktisari, Bapak Nur Masalik Akhsan, S.Kom menyelenggarakan Pemilihan Ketua RT melalui mekanisme pemungutan suara langsung atau sistem coblosan, pada hari ini, Minggu, 23 Agustus 2026.
Pemilihan yang berlangsung di halam rumah Bapak Suwito ini digelar secara terbuka, langsung, umum, bebas, dan rahasia (LUBER). Seluruh warga RT 01 RW 03 yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) diundang untuk menggunakan hak pilihnya.
Kadus Lentongrejo Bapak Nurmasalik Akhsan, S.Kom menyampaikan, sistem coblosan ini sengaja dipilih untuk mengembalikan nilai-nilai demokrasi dan transparansi di tingkat lingkungan terkecil.
Pemilihan diikuti oleh tiga calon Ketua RT yaitu nomor urut 1 Bapak Muslih, nomor urut 2 Bapak Nasihun, nomor urut 3 Bapak Nur Kholis, antusias warga terlihat tinggi sejak pagi.
Panitia menerapkan prosedur layaknya Pemilu, mulai dari pendaftaran dengan undangan, pemberian surat suara yang telah ditandatangani panitia, pencoblosan di bilik suara, hingga memasukkan surat suara ke dalam kotak suara.
Hasil Penghitungan Suara
Setelah proses pemungutan suara selesai, panitia langsung melakukan penghitungan suara secara terbuka dan disaksikan oleh seluruh warga, para calon, dan tokoh masyarakat.
Dari total 110 suara sah yang masuk, perolehan suara masing-masing calon adalah sebagai berikut:
• Calon Nomor Urut 1 : 82 Suara
• Calon Nomor Urut 2 : 15 Suara
• Calon Nomor Urut 3 : 13 Suara
Dengan hasil tersebut, Calon Nomor Urut 1 ditetapkan sebagai Ketua RT terpilih dengan perolehan suara terbanyak.
Serah Terima Simbolis
Usai penetapan pemenang, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan prosesi serah terima jabatan secara simbolis. Kadus Lentongrejo secara simbolis menyerahkan stempel RT dan berkas administrasi lainnya kepada Ketua RT terpilih sebagai tanda dimulainya amanah baru.
Kadus berharap, Ketua RT terpilih dapat mengemban amanah dengan baik, menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah dusun, serta meningkatkan kekompakan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah antar warga, sebagai simbol bahwa meskipun ada perbedaan pilihan, kerukunan warga Lentongrejo tetap menjadi yang utama.
Berikan Komentar